21 Apr

Fotografi adalah seni melukis dengan cahaya

light painting

Generasi milenial selalu bisa menikmati petualangan dan mengabadikan dengan foto, entah itu selfie, landscape, human portrait, dan sebagainya.

Tetapi pernahkan kamu bingung menikmati malam dan ingin membuat foto kreatif di malam hari? Foto yang kita buat pada dasarnya bisa terlihat bagus hasilnya apabila bisa menyeimbangkan kondisi pencahayaan. Hal ini tentu maklum, mengingat fotografi sendiri berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu “photos” yang berarti cahaya, dan “grafo” yang berarti melukis. Jadi, apabila kamu sudah bisa mengkombinasikan setting pada kamera yang paling tidak terdiri atas shutter speed, aperture, dan ISO kemudian memainkan sumber cahaya lain seperti lampu, senter, atau flash maka malam hari pun menjadi momen yang menyenangkan untuk melukis menggunakan cahaya.

Hasil foto di atas bukanlah foto dari si kembar, apalagi kage bunshin no jutsu-nya Naruto, hehe. Tetapi hasil foto selfie orang yang kurang kerjaan dan ingin mengeksplorasi kamera dan sang malam. Kamera DSLR Nikon D90, lensa 18-200mm, tripod, lampu senter, dan flash adalah modal membuat foto yang berlokasi di Benteng Kuto Besak Palembang ini. Shutter speed 30 detik, f = 20, dan ISO 400 cukup untuk memberi cahaya flash pada si baju merah sebelah kiri, kemudian melukis jurus yang di tengah menggunakan senter, dan setelah si baju merah berpindah ke sebelah kanan kembali disinari flash, dan…jreng…jreng..jadilah foto kage bunshin no jutsu-nya pendekar ilusi, wkwk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *