06 May

UAS STATISTIKA DAN PENGUKURAN FARMASI 2019

Pada file berikut diberikan sejumlah data hasil penelitian, lakukan analisis statistik yang tepat untuk data tersebut serta beri narasi kesimpulan dibagian akhirnya. Ketik jawaban pada file soal kemudian rename file soal dengan nama kata pertama dan NIM Anda.
Waktu pengerjaan maksimal 1 jam, bila lebih dari 1 jam nilai akan dikurangi . Kirim jawaban pada email : indahsolihah@mipa.unsri.ac.id

24 Apr

Tutorial Menggambar Menggunakan CATIA (Computer Aided Three-dimensional Interactive Application) — by pendekar ilusi —

1. Memulai CATIA
Klik tombol start pada computer kamu, lalu pilih seri rilis CATIA yang kamu gunakan, misalnya CATIA V5R17

Kemudian klik File > New > Part

Sebelum memulai membuat gambar, sebaiknya dilakukan beberapa pengaturan terlebih dahulu, misalnya penggunaan satuan yang akan dipakai. Setting satuan dengan cara klik Tools > Options > Parameters and Measures > Units > Length, misal kita pilih millimeter (mm).

2. Menggambar Sketsa Objek 2 Dimensi
Kemudian pilih plane atau bidang gambar yang diinginkan (misal YZ plane), lalu klik tombol Sketch

Selanjutya, kamu bisa menggambar sketsa dimensi part yang akan digambar menggunakan menu yang ada pada tampilan sketcher seperti : garis, lingkaran, kotak, elongated hole (biasanya digunakan untuk menggambar alur spie/pasak), trim, dll. Kemudian, untuk definisi ukuran, bisa kita gunakan tombol constraint.

3. Menggambar Part Design Objek 3 Dimensi
Selanjutnya, untuk berpindah dari tampilan sketcher menuju tampilan part design agar bisa menggunakan fitur perintah gambar 3D, kita klik tombol exit workbench.

Pada tampilan part design kita bisa menggunakan fitur-fitur untuk membentuk gambar 3D seperti : pad, pocket, thread/tap, dll.

Apabila ingin membuat sketch baru pada salah satu face/sisi dari objek gambar 3D yang kita buat, kita tinggal lakukan klik pada face/sisi yang dimaksud, kemudian klik Sketch. Selain itu, apabila ingin membuat sketsa baru pada bidang gambar baru pada objek 3D yang kita buat, kita bisa membuat bidang gambar baru dengan cara klik Plane.

4. Drafting Part Design 3D Menjadi Gambar Teknik 2D
Biarkan jendela part design tetap terbuka seperti gambar di atas, kemudian klik File > New > Drawing untuk membuka jendela drafting.

Selanjutnya pilih standar yang digunakan (misal ISO), lalu pilih jenis kertas yang digunakan (misal A4), lalu klik OK. Selanjutnya, klik Front View > lalu pilih Face yang akan dijadikan tampilan depan pada gambar teknik 2D.

Langkah selanjutnya, pilih atau klik Projection View untuk membuat gambar tampak kanan, tampak kiri, tampak atas, atau tampak isometric sesuai keinginan kita. Juga bisa dibuat gambar irisan apabila diperlukan. Pengaturan skala dan penulisan dimensi pada kertas gambar juga dilakukan pada tahap ini (dimensi sesungguhnya sudah ditentukan pada saat menggambar sketsa pada jendela Sketcher di atas).

Langkah terakhir adalah pembuatan kepala gambar untuk memberi identitas pada gambar. Selanjutnya dokumen siap di save dalam bentuk file .CATDrawing atau diconvert menjadi file .pdf atau .jpg dan lain-lain sesuai kebutuhan.

23 Apr

Panah = Mapan ing manah

Kalau kita bicara kehidupan, tentu tidak lepas dari hiburan dan olahraga. Belakangan ini kembali muncul tren olahraga yang sebenarnya sudah ada dari jaman Rasulullah SAW atau bahkan jauh sebelum itu, ya, panahan. Menarik, dalam filosofi jawa, panah = mapan ing manah (adanya kemantapan dan ketenangan pada hati), ini artinya saat melakukan olahraga panahan, selain menggunakan kekuatan fisik (otot lengan, otot bahu, dan sebagainya) juga memerlukan ketenangan dan kemantapan hati agar bisa tetap fokus dan membidik sasaran dengan tepat.

Jenis-jenis Busur Panah
Pada perkembangannya, banyak sekali jenis busur panah yang dipakai di dunia, dengan karakteristik masing-masing. Tetapi secara umum, ada 3 jenis busur panah atau bow yang sering dipakai, yaitu traditional bow, recurve bow, dan compound bow.
1. Traditional Bow
Yang termasuk jenis ini ada longbow, horsebow, dan sebagainya. Biasanya bentuknya lebih sederhana dan menggunakan material dari alam seperti kayu, bambu, dll. Tetapi sekarang ini karena penggemar traditional bow lumayan banyak, hadirlah teknologi material laminasi untuk pembuatan horsebow, contoh yang sering dipakai adalah merk kaya windfighter atau blackshadow.

2. Recurve Bow
Karakteristik pada busur ini adalah “take down”, dimana terpisah antara bagian riser dan limbs, kemudian pada bagian ujung limbs ada lengkungan ke belakang dilanjutkan lengkungan sedikit ke depan. Pada recurve bow, mounting antara limbs terhadap riser menggunakan standar ILF (international limbs fit). Di Indonesia, ada versi “generik” dari busur recurve yang sering disebut busur standar nasional, dimana mounting antara limbs terhadap riser diikat manual menggunakan baut. Busur standar nasional ini tidak dilombakan di tingkat internasional, tetapi biasanya dilombakan di tingkat nasional untuk pemanah junior U-21 (usia di bawah 21 tahun).

3. Compound Bow
Karakteristik utama yang membedakan busur ini dari jenis busur yang lain adalah adanya penggunaan katrol (cam) pada sistem kerja busur, sehingga tarikan yang dirasakan pemanah ketika menggunakan busur ini adalah “berat di tarikan awal, ringan di posisi anchor (saat membidik)”.

Bagaimana menentukan arrow atau anak panah yang sesuai dengan busur yang kita gunakan?
1. Memilih busur
Pada dasarnya, setiap busur yang dipakai oleh pemanah memiliki spesifikasi masing-masing dan tentunya disesuaikan dengan karakteristik penggunanya itu sendiri. Misal recurve bow ukuran 70″-38lbs, artinya busur ini memiliki ukuran panjang 70 inch dan berat tarikan 38 pounds. Panjang busur biasanya menyesuaikan postur tubuh atau tinggi penggunanya, sedangkan berat tarikan tentu saja menyesuaikan kekuatan fisik dari pemanah itu sendiri, sampai beban berapa ia mampu menarik busur yang akan dia pilih untuk digunakan. Selain itu draw length (panjang tarikan, biasanya diukur dalam satuan inchi) dari pemanah juga akan berpengaruh terhadap pemilihan anak panah yang akan digunakan.
2. Memilih anak panah atau arrow
Secara umum, karakteristik dari anak panah akan ditentukan setidaknya oleh dua hal, yaitu material dan spine number. Beberapa material yang sering digunakan untuk membuat anak panah antara lain : kayu atau bambu, fiber, aluminium, karbon, dan alloy atau kombinasi material. Spine number sendiri adalah ukuran untuk menentukan kekakuan anak panah. Definisi spine number adalah defleksi atau lengkungan anak panah ketika bagian tengah diberi beban 1,94 pounds, diukur dalam satuan inchi, dan nilai defleksi tadi dikalikan 1000.

Pemilihan material anak panah akan menentukan tingkat keakuratan bidikan, dan tentu saja pemilihan material ini sangat ditentukan oleh keinginan serta dompet atau dana yang kamu miliki.
Dan poin yang sangat penting pada pemilihan anak panah yang digunakan, adalah penyesuaian spine number terhadap spesifikasi busur yang digunakan.

Contoh table penentuan spine number anak panah yang digunakan, berdasarkan www.blackeaglearrows.com
22 Apr

Statistika Farmasi

Statistika merupakan ilmu yg berkaitan dengan pengolahan dan analisis data, hingga penarikan kesimpulan atas analisa tersebut.
Penelitian-penelitian di farmasi banyak yg melibatkan proses analisa statistik. Penelitian yang tidak melibatkan analisa statistik, umumnya yang berkaitan dengan isolasi atau sintesis suatu senyawa turunan tertentu. Misalnya : sintesis turunan kurkumin, isolasi dan identifikasi senyawa aktif Rhodomyrtus tomentosa (karamunting). Contoh penelitian yang melibatkan analisa statistik, yaitu uji aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol daun afrika pada tikus DMT1 diinduksi aloksan.
Peran statistik dalam riset kefarmasian “sedikit” namun sangat berarti dlm mempermudah pengambilan keputusan pd masalah-masalah ilmiah yg dirumuskan. Hasil penelitian yg dikerjakan dlm waktu yg tdk singkat, akan tdk bermakna jika tdk melibatkan analisa statistika dlm proses analisa datanya. Misal ekstrak etanol daun afrika mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus DMT1 diinduksi aloksan, begitupun glibenklamid mampu menurukan kadar glukosa darah tikus DMT1, tapi…bagaimana perbandingan efektifitas penurunan kadar glukosa darah yg diakibatkan oleh ekstrak etanol daun afrika dibandingkan glibenklamid??? statistik berperan disini. Oleh karenanya, kita dituntut memahami statistika yg nantinya digunakan dlm komponen penelitian bidang kefarmasian . File materi kuliah dapat di download pada link di bawah ini :

21 Apr

Fotografi adalah seni melukis dengan cahaya

light painting

Generasi milenial selalu bisa menikmati petualangan dan mengabadikan dengan foto, entah itu selfie, landscape, human portrait, dan sebagainya.

Tetapi pernahkan kamu bingung menikmati malam dan ingin membuat foto kreatif di malam hari? Foto yang kita buat pada dasarnya bisa terlihat bagus hasilnya apabila bisa menyeimbangkan kondisi pencahayaan. Hal ini tentu maklum, mengingat fotografi sendiri berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu “photos” yang berarti cahaya, dan “grafo” yang berarti melukis. Jadi, apabila kamu sudah bisa mengkombinasikan setting pada kamera yang paling tidak terdiri atas shutter speed, aperture, dan ISO kemudian memainkan sumber cahaya lain seperti lampu, senter, atau flash maka malam hari pun menjadi momen yang menyenangkan untuk melukis menggunakan cahaya.

Hasil foto di atas bukanlah foto dari si kembar, apalagi kage bunshin no jutsu-nya Naruto, hehe. Tetapi hasil foto selfie orang yang kurang kerjaan dan ingin mengeksplorasi kamera dan sang malam. Kamera DSLR Nikon D90, lensa 18-200mm, tripod, lampu senter, dan flash adalah modal membuat foto yang berlokasi di Benteng Kuto Besak Palembang ini. Shutter speed 30 detik, f = 20, dan ISO 400 cukup untuk memberi cahaya flash pada si baju merah sebelah kiri, kemudian melukis jurus yang di tengah menggunakan senter, dan setelah si baju merah berpindah ke sebelah kanan kembali disinari flash, dan…jreng…jreng..jadilah foto kage bunshin no jutsu-nya pendekar ilusi, wkwk.